
Beberapa waktu yang lalu saya ngobrol dengan ayah dan ibu saya. Ayah saya bertanya taukah saya bagaimana ceritanya tetangga sebelah rumah yang dulu akhirnya pindah rumah. Saya tidak tahu dan saya juga penasaran. Yang lebih membuat saya penasaran karena dulu pernah mendengar ibu B, tetangga kami itu, kok malah menjelek-jelekkan ibu saya padahal bisa dibilang teman dekat ibu saya.
Ayah saya bilang suaminya seorang penipu. Ia menipu orang-orang satu kompleks. Saat menyadari telah ditipu, ayah saya datang ke kantornya dan marah-marah di sana. Pokoknya membuat suami ibu B itu menjadi terhina. Walhasil, ibu B menjadi benci kepada keluarga kami, begitu pula anak-anaknya.Yang paling menjadi korban masalah ini adalah ibu saya. Ibu B menjelek-jelekkan ibu saya di hadapan ibu-ibu yang lain. Anak-anaknya kalau kebetulan satu angkot dengan ibu saya selalu memperlihatkan wajah kesal dan marah. Read the rest of this entry »

Ada sebuah keluarga muda yang baru dikaruniai seorang putra. Mereka memelihara seekor kucing yang dirawat sejak kecil. Saking dekatnya keluarga tersebut seakan bisa berkomunikasi dengan sang kucing. Kucing itu pun seakan menjadi penjaga bagi bayi milik keluarga tersebut.
Kalau dulu ditanya siapa yang paling saya takuti (setelah tuhan) saya akan jawab dosen. Saking takutnya sama dosen saya jarang datang ke prodi. Kalaupun perlu ke sana saya akan datang dengan mengendap-endap, melirik kanan kiri menghindari dosen.
Ada satu cerita yang paling saya ingat dari training Siaware yang lalu. Cerita ini katanya diambil dari buku who moved my cheese. Saya sendiri belum baca buku tersebut. Cuman ceritanya cukup berharga untuk dibagikan kembali.
Beberapa hari yang lalu saya bertemu dengan seorang sahabat lama ketika menjaga stand UNIK (Unit Jurnalistik) Salman. Ia mengeluh karena sulit sekali menulis. Baru satu kalimat ia tulis ia merasa bukan itu yang ingin ditulis. Karena itu, ia delet kembali apa yang sudah ia tulis. Permasalahan ini seringkali dihadapi oleh orang yang baru menulis.
Recent Comments